Langsung ke konten utama

Karya Cinta Sang Ulama

            Buku Pastikan Agamamu Tak Ternoda, karangan Syaikh Hamd bin Ali bin Atiq. Seorang ulama kelahiran Zulfa, 1227 Hijriah yang sanad ilmu bersambung sampai Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab. Beliau juga merupakan guru dari ulama-ulama hebat, seperti Syaikh Allamah Abdullah bin Abdul Latif dan Syaikh Allamah Sulaiman bin Samhan. Dalam buku Pastikan Agamamu Tak Ternoda, kita mendapat beberapa pembelajaran dari ulama hebat ini. Mari kita simak...

       Allah telah mengutus rasul-rasulNya untuk menyampaikan risalah kebaikan kepada para manusia, memperingatkan manusia untuk berjalan di atas jalan yang fitrah. Nabi Muhammad merupakan nabi terakhir yang menjadi sebaik-baiknya teladan dan beliau meninggalkan Al-Qur’an & sunnah sebagai pedoman hidup bagi manusia. Melalui Al-Qur’an, Allah menceritakan kisah-kisah umat terdahulu sebagai peringatan bagi manusia zaman ini. Sunnah Rasulullah juga memberikan keteladanan berperilaku yang baik kepada manusia. Dan risalah utama yang disampaikan oleh Rasulullah Muhammad adalah bertauhid kepada Allah dan dalam bertauhid haruslah bersikap wala’ (cinta) kepada umat muslim dan bara’ (benci) kepada kaum kuffar. Memusuhi orang kafir telah diterangkan oleh Allah dalam firmannya dalam [An-Nisa’: 144] : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)?”, ini adalah larangan dari Allah untuk meninggalkan orang kafir sebagai wali.

Allah mengingkari jalan yang dipilih oleh kaum yang berwala’ kepada kaum kuffar, “ (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah.” [An-Nisa’: 139]. Kita mungkin menganggap orang-orang kafir yang memiliki keahlian tertentu, yang mungkin bisa memberikan kemakmuran bagi kita padahal orang-orang itu tidak memiliki kekuatan apa-apa dan tiada sesuatu bisa terjadi melainkan kekuatanNya.

Sebagai seorang muslim, kita harus menjauhi agama kaum musyrikin agar diri ini terhindar dari syubhat. Dalam surah [Al-Baqarah: 120], Allah berfirman,“Orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak akan ridha’ kepadamu hingga kamu mengikuti jalan mereka”. Ibnu Katsir menafsirkan bahwa kaum Yahudi dan Nasrani akan terus mengajak kaum Muslimin memgikuti ajaran mereka, Allah Ta’ala memperingatkan para hambaNya untuk tidak berjalan di atas jalan orang kafir dari kalangan ahli kitab, dan mengabarkan kepada mereka tentang permusuhan ahli kitab baik secara bathin maupun zhahir, Allah juga memerintahkan para hambaNya, yaitu orang-orang yang beriman, untuk membiarkan, memaafkan, dan menoleransi mereka hingga datang ketetapan dari Allah berupa pertolongan dan kemenangan.

Kita juga tidak boleh menyerupai kaum kuffar (tasyabbuh). Dalam hadits riwayat muslim, Rasulullah bersabda,“Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang sempit sekalipun, -pen), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?”. Tasyabbuh sendiri ada yang diharamkan dan ada yang diperbolehkan, tasyabbuh yang diharamkan ketika ada perbuatan yang menjadi kekhususan kaum kuffar, diambil dari ajaran kaum kuffar dan tidak diajarkan dalam ajaran islam. Misalnya ada perayaan khusus kepercayaan lain dan kita pun mengadakannya namun dikemas dengan cara islami karena menurut kita itu baik, maka kita telah melakukan tasyabbuh dan mengadakan perkara yang diada-adakan. Lalu, tasyabbuh yang diperbolehkan adalah segala sesuatu yang bersifat universal namun dikerjakan beberapa orang kafir, yang tidak bersifat syari’at agama mereka juga.

Yap, demikianlah pengajaran yang bisa kita ambil dari buku tersebut, ya mungkin banyak kurangnya juga dari saya. Oh iya, satu lagi, orang kafir menurut imam Ibnu Qayyim rahimahullah dibagi menjadi tiga golongan, kafir harbi, kafir yang memiliki perjanjian dengan kaum muslimin, dan kafir dzimmah. Kafir harbi adalah seseluruh orang musyrik dan Ahli kitab yang boleh diperangi atau semua orang kafir yang menampakkan permusuhan dan menyerang kaum Muslimin. Kafir harbi tidak memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan dan pemeliharaan dari kaum Muslimin. Lalu ada orang kafir yang memiliki perjanjian dengan kaum muslimin, mereka tidak boleh dibunuh dan diganggu urusannya (selama urusan mereka baik). Kita juga tidak boleh memperlakukan mereka dengan tidak adil sesuai dengan firmanNya dalam [Al Maidah: 8] : “Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa”. Terkahir, kafir dzimmah, golongan inilah yang paling banyak memiliki hak atas kaum Muslimin dibandingkan dengan golongan sebelumnya karena mereka hidup di negara Islam dan di bawah perlindungan dan penjagaan kaum Muslimin. Golongan ini dilarang untuk dibunuh, disakiti, dan diambil hartanya dengan semena-mena, wajib mendapatkan perlindungan dari pemerintah, dan kaum Muslimin boleh menjenguk dzimmi yang sakit.

Oke, begitulah pembahasan kali ini, semoga kita semua bisa menambah khazanah ilmu keislaman dan keluasan hati yang kita miliki.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyosong Bulan Mulia

ALLAHUMMA BAARIK LANAA FII ROJAB WA SYA’BAN WA BALLIGHNAA ROMADHAN Ya Allah, berkahilah kami di Bulan Rajab dan Sya’ban, serta perjumpakanlah kami dengan Bulan Ramadhan

Catatan Kajian : Sinergi Ilmu Filsafat dan Agama di Era Pandemi

  Pembicara : Dr. Rizal Mustansyir, M.Hum. Kajian kali ini diadakan oleh Masjid Kampus UGM dalam kanal YouTube-nya. Kajian ini dilakukan dalam menyebut Ramadhan tahun ini. Kajian ini dibuka dengan introduksi mengenai makna sinergi, sinergi ini dapat diartikan dengan cara mengelola dua kekuatan menjadi satu, memadukan beberapa kekuatan menjadi satu tujuan tertentu atau satu energi. Sebab kata sinergi itu berasal dari kata sin dan energi. Sedangkan ilmu dapat diinterpretasikan sebagai sebuah energi yang sangat penting dalam pemikiran islam. Pentingnya ilmu dapat dibaca dalam surat Ar-Rahman: 33, Kata sulthon di dalamnya memiliki arti kekuatan dalam menguasai satu perkara; kekuasaan-kemampuan-dan bukti (evidence); kelapangan-kedalaman ilmu yg dimiliki oleh seseorang. Lantas bagaimana ilmu sebagai potensi manusia dapat bekerja. Ilmu bekerja dengan rasionalitas, di samping ilmu yang kita dapatkan dapat dicari melalui pengalaman empiris. Ilmu terjalin dalam suatu proses observasi, k...

Memuliakan Bulan Mulia

Segala puji Alllah, Tuhan semesta alam. Karena hanya berkat rahmat, taufik, dan hidayah-Nya. Semoga kita menjadi hamba-Nya yang senatiasa bersyukur atas semua karunia dan nikmat yang Allah berikan kepada kita, utamanya nikmat iman dan nikmat islam yang kita rasakan saat ini, yang semoga dengan itu kita bisa dikumpulkan kembali di surga-Nya kelak. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada sosok yang paling sibuk di hari kiamat kelak demi menyelamatkan umatnya. Siapa lagi kalau bukan, junjungan kita, rasulullah Muhammad SAW, yang syafaatnya kita nantikan di hari kiamat kelak. Karena perjuangannya pula, kita bisa merasakan indahnya islam dan berkumpul di sini sebagai saudara dalam keimanan dan ketaqwaan. Ya maashiral muslimin , Sudah berapa lama Ramadhan telah membersamai kita? Ya mungkin kurang lebih tiga hari, namun sudahkah kita memaksimalkan hari-hari tersebut dalam meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita dengan terus ibadah kita kepada Allah ta’ala. Semoga ...