Segala
puji Alllah, Tuhan semesta alam. Karena hanya berkat rahmat, taufik, dan
hidayah-Nya. Semoga kita menjadi hamba-Nya yang senatiasa
bersyukur atas semua karunia dan nikmat yang Allah berikan kepada kita,
utamanya nikmat iman dan nikmat islam yang kita rasakan saat ini, yang semoga
dengan itu kita bisa dikumpulkan kembali di surga-Nya kelak.
Shalawat
serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada sosok yang paling sibuk di
hari kiamat kelak demi menyelamatkan umatnya. Siapa lagi kalau bukan, junjungan
kita, rasulullah Muhammad SAW, yang syafaatnya kita nantikan di hari kiamat
kelak. Karena perjuangannya pula, kita bisa merasakan indahnya islam dan
berkumpul di sini sebagai saudara dalam keimanan dan ketaqwaan.
Ya maashiral muslimin, Sudah berapa lama Ramadhan telah
membersamai kita? Ya mungkin kurang lebih tiga hari, namun sudahkah kita
memaksimalkan hari-hari tersebut dalam meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita
dengan terus ibadah kita kepada Allah ta’ala. Semoga di hari-hari selanjutnya
kita bisa memanfaatkan momentum Ramadhan ini sebagai titik tolak kita menjadi
pribadi yang lebih baik dan lebih taat dalam melaksanakan perintah dan menjauh
larangannya.
Ya
maashiral muslimin... Allah Subhanahu wa Ta’ala syariatkan bulan ini bukan
untuk menyusahkan hamba-hambaNya, Allah syariatkan bulan ini sama sekali bukan
untuk memberatkan kita semuanya. Akan tetapi karena Allah ingin agar hati kita
menjadi bening kembali. Allah ingin dengan bulan Ramadhan, kita mendapatkan
ampunan Allah Jalla wa Ala. Allah ingin dengan bulah Ramadhan, kita ditempa
dengan pendidikan yang luar biasa. Sehingga menjadi hamba-hamba yang bertakwa
kepada Allah. Hal ini diterangkan Allah dalam firman-Nya :
َا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى
الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ ﴿١٨٣﴾
“Wahai orang-orang yang beriman,
diwajibkan atas kalian puasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum
kalian agar kalian bertakwa.” (QS. Al-Baqarah[2]: 183)
Ya maashiral muslimin. Dalam hari-hari yang tersisa dalam Ramadhan tahun ini
hendaknya kita melakukan amalan-amalan sunnah yang pernah dicontohkan oleh
Rasulullah dan para shahabatnya dahulu. Pertama, kita bisa menghiasi malam
Ramadhan dengan shalat tarawih dan shalat-shalat malam. Karena dengan melakukan
shalat malam itu insyaallah akan menjadi sebab diampuninya dosa-dosa terdahulu,
juga akan mengangkat derajat kita di hadapan Allah ta’ala. Rasulullah pernah
bersabda mengenai keutamaan shalat malam di Bulan Ramadhan, Dari Abu Hurairah
ra berkata, sesungguhnya Rasulullah menganjurkan shalat malam pada bulan
Ramadhan tanpa mewajibkannya kemudian beliau bersabda, yang artinya: “Barang siapa yang berdiri melaksanakan
shalat dibulan ramadhan dengan iman dan mengharapkan pahala disisi Allah maka
akan diampuni dosanya yang telah lampau”. (HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no.
759). Dan sebaiknya dilaksanakan secara
berjamaah, sebagaimana dalam salah satu riwayat disebutkan “barangsiapa yang
mendirikan shalat malam bersama dengan imam sampai selesai maka dicatat baginya
shalat satu malam” (HR. Assunan)
Kedua, Hendaknya
kita mengakhirkan makan sahur dan segera berbuka Makan sahur adalah merupakan
salah satu sunnah dari sunnah-sunnah yang dilakukan bagi orang yang berpuasa
dan kemuliaan bagi ummat Islam. Sebagaimana dalam satu riwayat disebutkan
“bersahurlah karena pada sahur itu terdapat berkah” (HR. Bukahri dan Muslim). Demikian
pula mempercepat berbuka, sebagaimana dalam salah satu riwayat disebutkan
“Orang-orang akan masih mendapat kebajikan selagi mereka segera berbuka” (HR.
Bukhari)
Selanjutnya,
kita bisa memperbanyak bersedekah, dengan bersedekah kita membagikan rezeki dan
kebahagiaan yang diberikan Allah kepada banyak orang yang mungkin kurang
beruntung hidupnya. Rasulullah mengajarkan kita untuk memperbanyak bersedekah
di bulan ini. Rasulullah adalah orang yang sangat dermawan dan beliau lebih
dermawan lagi terutama di bulan Ramadhan. Dalam satu riwayat disebutkan
“sebaik-baik sedekah adalah sedekah dibulan Ramadhan” (HR. Tirmidzi). Dan
diantara sedekah itu adalah memberi penganan buka puasa bagi orang yang
berpuasa. Rasulullah bersabda “barangsiapa yang memberi buka puasa kepada orang
yang berpuasa, maka ia memperoleh sebesar pahala dengan tidak berkurang sedikitpun
pahala orang yang berpuasa itu” (HR Tirmidzi)
Ya maashiral muslimin. Dalam Bulan
Ramadhan ini, Allah memberikan satu malam dimana malam tersebut bernilai lebih
dari seribu bulan. Berusaha bersungguh-sungguh untuk meraih malam lailatul qadr
Allah menamainya malam Lailatul Qadr karena keagungan nilainya dan ketinggian
kedudukannya disisi Allah, juga karena banyaknya ampunan bagi dosa-dosa dan
tertutupinya ‘aib pada malam itu. Olehnya malam itu merupakan malam ampunan,
sebagaimana disebutkan dari hadits Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah bersabda
“barang siapa melakukan qiyamul lail pada malam Lailatul Qadr atas dasar
keimanan dan penuh berharap kepada Allah, maka dosanya yang telah lalu akan
diampuni” (HR Bukhari dan Muslim). Selain itu juga malam Lailatul Qadr
merupakan malam kemuliaan yang lebih mulia dari seribu bulan, sesuai dengan
firman Allah dalam Surah Al-Qadr. Olehnya bersungguh-sungguh untuk
mendapatkannya adalah meruapakan upaya yang berharga. Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi wa Sallam menyebutkan kesempatan-kesempatan yang ada di bulan Ramadhan.
Beliau bersabda:
مَنْ
صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ
ذَنْبِهِ
“Siapa
yang puasa Ramadhan karena iman dan berharap pahala, maka akan diampuni
dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ini kesempatan yang Allah sediakan. Seseorang yang
berpuasa dibulan Ramadhan telah dijamin oleh Allah dengan ampunan yang besar.
Karena ketika ia berkuasa, ia mau untuk meninggalkan semua kenikmatan dan
kelezatan yang biasa kita rasakan diselain bulan Ramadhan. Tapi ketika kita
tinggalkan itu karena Allah, karena mengharapkan wajah Allah semata, karena
mengharapkan surga Allah, maka Allah sudah pasti janjikan untuknya ampunan yang
besar di sisi-Nya.
Subhanallah, kesempatan-kesempatan yang luar biasa
yang Allah sediakan untuk kita. Kita semua hamba Allah yang tak lepas dari
dosa. Maka Allah pun ingin dengan adanya bulan Ramadhan Allah ampuni dosa-dosa
kita semuanya. Namun Nabi Muhammad mengingatkan kita tenatang orang-orang yang
celaka di Bulan Ramadhan. Makanya celaka, sungguh celaka orang yang keluar dari
bulan Ramadhan, ternyata tidak mendapatkan ampunan Allah. Sebagaimana
disebutkan dalam riwayat Imam Ahmad bin Hambal. Bahwasannya Malaikat Jibril
berkata kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:
شَقِيَ
عَبْدٌ أَدْرَكَ رَمَضَانَ فَانْسَلَخَ مِنْهُ وَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ
“Celakaa
seorang hamba, masuk padanya bulan Ramadhan, lalu keluar ia dari bulan Ramadhan
dalam keadaan ia tidak mendapatkan ampunan Allah Subhanahu wa Ta’ala.”
Semoga kita termasuk ke dalam hamba-hambaNya yang
berhasil mengarungi samudera Ramadhan ini dengan sebaik-baiknya ibadah dan
kembali menuju daratan Syawal dengan predikat sebagai hamba-hambaNya yang
bertaqwa. Dan kita terhindar dari segala kesia-sian yang melalaikan pada Bulan
Ramadhan ini dan dijauhkan dari golongan orang-orang yang celaka karena tidak
bisa mendapatkan ampunan-Nya.

Komentar
Posting Komentar