Langsung ke konten utama

Menyosong Bulan Mulia

ALLAHUMMA BAARIK LANAA FII ROJAB WA SYA’BAN WA BALLIGHNAA ROMADHAN

Ya Allah, berkahilah kami di Bulan Rajab dan Sya’ban, serta perjumpakanlah kami dengan Bulan Ramadhan
Doa yang telah disebutkan di atas, merupakan salah satu doa yang bisa kita panjatkan agar meraih keberkahan di bulan-bulan ini dan insyaallah diberi cukup umur untuk bertemu kembali dengan Bulan Ramadhan. 
    
  Bulan Ramadhan, bulan yang penuh kemuliaan, sebentar lagi akan datang. Kerinduan terhadapnya sebentar lagi akan segera hilang, insyaallah. Yang berarti pula Bulan Rajab yang akan segera berakhir. Padahal Bulan Rajab ini merupakan salah satu dari empat bulan yang dimuliakan oleh Allah dalam firmannya, ”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” Dan dijelaskan oleh Nabi Muhammad melalui hadits riwayat Bukhari," ”Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadal (akhir) dan Sya’ban. Bulan Rajab yang sudah dipenghujung ini, hendaknya kita hiasi dengan ibadah-ibadah sunnah yang bisa menambah derajat kita di-sisiNya, juga menjadi awalan bagi kita dalam menyosong Bulan Ramadhan. Kita bisa memperbanyak puasa, memperlama berdzikir di masjid, maupun memperpanjang membaca Quran. Abu Bakr Al-Balkhi rahimahullah pernah mengatakan: Bulan Rajab adalah bulan kita menanam, Bulan Sya'ban adalah bulan menyirami, dan Bulan Ramadhan adalah bulan memanem.

   Bulan Sya'ban juga telah hadir di depan mata. Kita juga harus mengoptimalkan bulan ini sebagai ajang untuk meningkatkan kualitas ibadah kita sehingga kita Ramadhan tiba, kita tidak loyo dan malas-malasan dalam menjalaninya. Kita bisa memperbanyak bacaan Qur'an di bulan ini, Salamah bin Kuhail rahimahullah berkata: "Dulu dikatakan bahwa bulan Sya’ban adalah bulan para qurra’ (pembaca Al-Qur’an).” Begitu pula yang dilakukan oleh ‘Amr bin Qais rahimahullah apabila beliau memasuki bulan Sya’ban beliau menutup tokonya dan mengosongkan dirinya untuk membaca Al-Qur’an. Selain itu, masih banyak lagi ibadah sunnah yang bisa kita kejar untuk meningkatkan amal ibadah kita selain dengan ibadah wajib. Namun kita harus berhati-hati, karena peran media sosial yang dewasa ini begitu sentral bisa memunculkan kabar-kabar palsu yang malah menjerumuskan. Kita diharuskan untuk waspada dan selalu bertabayyun atas semua broadcast yang masuk ke dalam perangkat kita karena bisa jadi nasihat yang menurut kita baik merupakan ibadah yang dibuat-buat tanpa berdasarkan dasar hukum ibadah yang jelas.

   Akhir kata, semoga kita menyambut Bulan Ramadhan tahun ini dengan hati yang riang gembira dan persiapan yang sematang-matangnya. Juga bisa mengoptimalkan dua bulan yang tersisa sebelum tamu mulia itu, Bulan Ramadhan, hadir kembali di tengah-tengah kita.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Kajian : Sinergi Ilmu Filsafat dan Agama di Era Pandemi

  Pembicara : Dr. Rizal Mustansyir, M.Hum. Kajian kali ini diadakan oleh Masjid Kampus UGM dalam kanal YouTube-nya. Kajian ini dilakukan dalam menyebut Ramadhan tahun ini. Kajian ini dibuka dengan introduksi mengenai makna sinergi, sinergi ini dapat diartikan dengan cara mengelola dua kekuatan menjadi satu, memadukan beberapa kekuatan menjadi satu tujuan tertentu atau satu energi. Sebab kata sinergi itu berasal dari kata sin dan energi. Sedangkan ilmu dapat diinterpretasikan sebagai sebuah energi yang sangat penting dalam pemikiran islam. Pentingnya ilmu dapat dibaca dalam surat Ar-Rahman: 33, Kata sulthon di dalamnya memiliki arti kekuatan dalam menguasai satu perkara; kekuasaan-kemampuan-dan bukti (evidence); kelapangan-kedalaman ilmu yg dimiliki oleh seseorang. Lantas bagaimana ilmu sebagai potensi manusia dapat bekerja. Ilmu bekerja dengan rasionalitas, di samping ilmu yang kita dapatkan dapat dicari melalui pengalaman empiris. Ilmu terjalin dalam suatu proses observasi, k...

Memuliakan Bulan Mulia

Segala puji Alllah, Tuhan semesta alam. Karena hanya berkat rahmat, taufik, dan hidayah-Nya. Semoga kita menjadi hamba-Nya yang senatiasa bersyukur atas semua karunia dan nikmat yang Allah berikan kepada kita, utamanya nikmat iman dan nikmat islam yang kita rasakan saat ini, yang semoga dengan itu kita bisa dikumpulkan kembali di surga-Nya kelak. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada sosok yang paling sibuk di hari kiamat kelak demi menyelamatkan umatnya. Siapa lagi kalau bukan, junjungan kita, rasulullah Muhammad SAW, yang syafaatnya kita nantikan di hari kiamat kelak. Karena perjuangannya pula, kita bisa merasakan indahnya islam dan berkumpul di sini sebagai saudara dalam keimanan dan ketaqwaan. Ya maashiral muslimin , Sudah berapa lama Ramadhan telah membersamai kita? Ya mungkin kurang lebih tiga hari, namun sudahkah kita memaksimalkan hari-hari tersebut dalam meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita dengan terus ibadah kita kepada Allah ta’ala. Semoga ...